Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 31 Desember 2011

Perkembangan; Selayang Pandang

Perkembangan dapat diartikan sebagai serangkaian proses perubahan yang progresif, sebagai akibat  dari proses kematangan dan pengalaman. Beda halnya dengan pertumbuhan yang kemungkinan perubahannya lebih pasti, perkembangan terdiri atas dua kemungkinan yakni bertumbuh atau mengalami  kemunduran. Sedangkan remaja dapat diartikan sebagai proses transisi usia dari anak-anak ke dewasa, umumnya berkisar dari usia 12 – 20 tahun. Meskipun terkadang mendefenisikan usia remaja  menjadi suatu hal yang tidak tentu dikarenakan banyak faktor seperti maturasi, budaya, history namun perubahan hormonal dan fisiologis remaja yang diikuti dengan perubahan fisik kebanyakan terjadi di rentang usia ini.


Ada beberapa ciri fisik pada anak perempuan yang berubah ketika mencapai usia remaja, dimulai dari pertumbuhan tulang-tulang yang mana pertumbuhan ini lebih cepat dari anak laki-laki dan berakhir di usia ±20 tahun, mencapai pertumbuhan badan yang maksimal setiap tahunnnya ,pertumbuhan payudara dikarenakan perubahan hormon dan organ dalam, tumbuh bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kemaluan, haid atau menstruasi akibat matangnya esterogen dan progesteron yang tidak dibuahi, tumbuh bulu-bulu ketiak. Sedangkan ciri fisik pada anak laki-laki yang berubah ketika mencapai usia remaja,   pertumbuhan tulang-tulang yang mana pertumbuhan ini berakhir di usia ±25 tahun, pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimal setiap tahunnya, testis atau alat kelamin membesar, tumbuh bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kelmaluan, awal perubahan suara dan jakung mulai kelihatan, ejakulasi, tumbuh bulu halus-halus di wajah seperti kumis dan jenggot, tumbuh bulu ketiak, rambut-rambut di wajah bertambah gelap dan tebal, tumbuh bulu di dada hal ini bergantung pada tingkat konsentrasi hormonal. Pada remaja perempuan maupun laki-laki mengalami perubahan organ dalam yang secara tidak langsung mempengaruhi afirmasinya.


Masa remaja merupakan periode yang penting, sebagian besar individu mengalami kehidupan yang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan baik mental maupun fisiknya. Selama masa awal remaja ketika perubahan fisik berlangsung pesat, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Individu pada masa ini tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan peranannya, penyesuaian diri dengan kelompok adalah hal yang penting. Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya.


 *******
     *******



Masa remaja juga dikatakan masa bermasalah karena pada usia remaja sering terjadi kesulitan dalam mengatasi masalahnya, terkadang bersifat negatif dengan menimbulkan kerusakan yang menjadikan orang tua dan orang disekitarnya menjadi takut. Remaja menganggap dirinya selalu mampu mengatasi dan mengontrol setiap masalah yang dihadapinya sehingga terkadang remaja dengan trial and error untuk mendapatkan sebuah kesenangan dari perilaku yang dilakukannya tanpa menimbang-nimbang efek negatif dari apa yang akan ditimbulkannya, hal ini juga tentunya dipengaruhi oleh personal fable remaja itu sendiri.


Jumat, 30 Desember 2011

Anak Berkebutuhan: Introduksi

Studi mengenai anak-anak berkebutuhan khusus merupakan suatu studi mengenai sebuah persamaan, sekaligus mengenai perbedaan. Anak dengan kebutuhan khusus berbeda dalam beberapa hal bila dibandingkan dengan rata-rata anak sesianya, namun seiring dengan berkembangnya zaman, studi mengenai anak-anak berkebutuhan khusus tidak lagi berfokus pada bagaimana anak berkebutuhan khusus tersebut berbeda dengan anak yang lain melainkan bagaimana persamaan yang dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak yang lainnya. Oleh karena itulah, studi mengenai anak berkebutuhan ini semakin rumit dan kompleks. Menentukan spesifikasi untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus agak sulit, karena bisa jadi ketidakjelasan dan seringnya ada pergantian definisi tipe anak dengan kebutuhan khusus tersebut. 

Exceptional Children merupakan anak-anak  yang membutuhkan pendidikan khusus serta pelayanan yang terkait untuk membuat mereka menyadari potensi-potensi yang mereka miliki. Exceptional children membutuhkan pendidikan yang khusus dikarenakan mereka memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka.  Kebanyakan anak yang berkebutuhan khusus pada awalnya dimasukkan ke sekolah regular. Seorang anak berkebutuhan khusus akan ditransfer ke sekolah khusus jika dalam penanganannya di sekolah regular menemukan jalan buntu. Oleh karena itulah, seorang tenaga pengajar baik yang terlatih ataupun tidak, bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Perkembangan Kognitif

Perkembangan Kognitif Manusia usia 0-11 tahun 

Piaged membagi tahap perkembangan kognitif menjadi tiga tahap, yaitu:

1.    Tahap sensorimotor (0-2 tahun)
Pada waktu lahir (umur 0-1 bulan), tingkah laku bayi lebih refleks. Tindakan bayi didasarkan pada refleks terhadap rangsangan dari luar dan belum ada diferensiasi objek. Piaget mengemukakan bahwa pengertian bayi tentang ruang masih terpecah-pecah atau tidak menyeluruh. Hal tersebut disebabkan oleh benda-benda yang diketahuinya melalui sentuhan, dan setelah dijauhkan, akhirnya tidak kelihatan lagi. Pada umur 1-4 bulan bayi mulai membentuk kebiasaan yang dibuat dengan mencoba-coba dan mengulang-ulang suatu tindakan. Pada umur 4-8 bulan bayi mulai membuat reproduksi akan tindakan-tindakan yang menarik dan mulai membedakan sarana dan tujuan. Pada umur 8-12 bulan bayi berada dalam periode koordinasi skemata, yang berarti bahwa individu mulai menggunakan sarana untuk mencapai tujuan, melihat benda secara permanen, dan sadar bahwa benda lain dapat menjadi sebab tindakan. Pada umur 12-18 bulan, tingkah laku intelegensi akan mulai muncul. Individu mencoba mencari pemecahan melalui eksperimen, trial and error. Pada usia 18-24 bulan, anak mulai mampu menggambarkan objek dan kejadian dengan simbol.
2.    Tahap praoperasional (2-7 tahun)

Unsur yang menonjol dalam tahap praope
rasional ialah bahasa simbol mulai digunakan, yang berupa gambaran dan bahasa ucapan. Pemikiran yang menonjol pada tahap ini adalah pemikiran simbolis atau semiotik pada umur 2-4 tahun dan pemikiran intuitif pada umur 4-7 tahun. Pemikiran intuitif ini masih mempunyai banyak kesamaan dengan sensorimotor, sehingga masih menghambat anak dalam menganalisis persoalan disekitar reversibilitas.

3.    Tahap operasional konkret (8-11 tahun)

Tahap operasional konkret memiliki cirri dengan pemikiran anak yang sudah berdasarkan logika tertentu dengan sifat reversibilitas dan kekekalan.

Imagery

Berikut Seputar Tanya Jawab tentang Imagery!

SOAL
  1. Jelaskan bagaimana proses imageri berkaitan dengan rotasi! Berikan contohnya!
  2. Jelaskan bagaimana proses imageri berkaitan dengan ukuran! Berikan contohnya!
  3. Jelaskan bagaimana proses imageri berkaitan dengan bentuk! Berikan contohnya!
  4. Kemukakan bukti neoropsikologis mengenai persamaan antara imageri dan persepsi!


JAWABAN
  1. Rotasi mental merupakan pentransformasian secara rotasi gambar mental visual sebuah objek. Objek-objek tertentu yang memiliki sudut yang lebih besar memerlukan waktu yang lebih lama dalam merotasi dan dalam proses rotasi mental tersebut arah rotasi objek tidak berpengaruh. Jadi walaupun objek tersebut dirotasi searah jarum jam, berlawanan, ataupun pada dimensi kedalaman tidak memiliki pengaruh dalam melakukan rotasi mental. Oleh karena itu obyek yang secara fisik lebih kompleks (mempunyai banyak proyeksi) akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diputar dan dicocokkan dibanding dengan obyek yang relatif sederhana. Selain itu, waktu respon akan lebih lama bagi stimuli yang terdegradasi. Stimuli terdegradasi merupakan stimuli yang tidak lengkap atau kurang. Dengan kata lain individu akan merespon lebih cepat gambar ataupun stimuli yang dikenalnya daripada gambar ataupun stimulus yang tidak dikenalnya atau yang baru.
  2. Apabila dikaitkan dengan ukuran, proses imageri secara fungsional ekuivalen dengan persepsi. Salah satunya adalah bahwa dalam proses imageri tersebut juga terdapat batasan-batasan resolusi. Resolusi merupakan kemampuan untuk membedakan elemen per elemen misalnya bagian-bagian suatu objek ataupun pada objek-objek yang secara fisik berdekatan. Dalam melakukan proses imageri orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua cenderung melakukan respon berdasarkan penggunaan dan pencitraan (kode imaji). Ukuran fisik juga mempengaruhi kemampuan resolusi-persepsi. Dengan kata lain, ukuran fisik juga mempengaruhi resolusi dalam proses mental.
 
 

Designed By Blogs Gone Wild!